Rabu, 03 Oktober 2018

ULAMA DARI SILAU LAUT

ULAMA DARI SILAU LAUT

Oleh: Solihin Dian Andryanto

Sejauh mata memandang, kumpulan manusia saja yang tampak. Terik menyengat tanah lapang. Berkerumun orang segitu banyaknya. Nyaris tak ada celah di antara satu dan lainnya. Rapat. Sebuah tali dibentangkan, memisahkan pria dan wanita. Mereka menunggu dengan sabar. Menunggu seseorang yang membuat alasan mereka datang, jauh sekalipun jaraknya.
Lelaki kurus berpeci, berpakaian koko putih, celana panjang hitam, naik panggung sederhana itu. Ia tersenyum, menatap hingga sejauh pandang ia bisa. "Assalammualikum warrahmatulahi wabarrakatuh," sapanya. Orangnya kecil, suaranya keras. Gelegar jawaban bergemuruh itu hari, meruar ke angkasa.
***
Air Molek, Indragiri Hulu, Riau, 1994.
Mad. Lelaki muda itu dipanggil teman-temannya di Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek.
Kota kecamatan ini tak terlalu menonjol, tadinya hanya pohon karet dan rawa saja di mana-mana, menjadi daerah penyambung Rengat dan Taluk Kuantan. Hanya beberapa kilometer dari Air Molek, ada daerah namanya Lirik dulu perusahaan minyak Amerika, Stanvac beroperasi di sini sebelum ada Pertamina dan Medco. Belakangan bermunculan perkebunanan kelapa sawit di sekitarnya. Dulu jembatan masih kayu, jalan disiram sisa minyak hitam, belum beraspal pula.
(Mengapa saya tahu? Saya pernah tinggal dan sekolah di SMA Negeri Air Molek, setahun, pada 1987)
Mad. Anak muda itu bukan asli daerah itu. Ia berasal dari Desa Silo Lama kecamatan Silau Laut Asahan, Sumatera Utara, sebelum pindah ke Pelalawan, Riau. Kehidupan Pesantren dan ilmu agama Islam sudah ditanamkan kepadanya sejak ia kecil. Sekolah dengan basis tahfiz (penghafal) Alquran. Tamat dari SD Al-Washliyah Medan tahun 1990, ia melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Tsanawiyah Mu’allimin Al-Washliyah Medan. Ia pernah pula menjadi santri di Pesantren Darularafah Deliserdang Sumatera Utara. Sebelum bersekolah di Air Molek, ini.
Mad. Sangat tekun belajar, ia lahap seluruh kitab-kitab. Ia dalami ilmu agama, seperti kehausan akan ilmu. Setiap saat ia hanya dedikasikan waktunya memperdalam ilmu hadist, fiqih, sejarah Islam.
Mad, anak ini tahu benar. Susah payah orangtua menyekolahkannya, tak dia sia-siakan waktunya.
***

Silo Lama, Kecamatan Silau Laut kabupaten Asahan, Sumatera Utara
Rabu, 18 Mei 1977
Bayi lelaki itu lahir petang itu. Dinamai Abdul Somad. Ayahnya seorang petani, ibunya ibu rumah tangga biasa dan guru mengaji anak-anak kampung.
Bayi lelaki itu belum menyadari dalam tubuhnya mengalir darah ulama besar di masanya, Syekh Abdurrahman atau dikenal dengan sebutan Tuan Syekh Silau Laut. Mantan hulubalang Kerajaan Kedah, tokoh yang namanya dikenang di Pattani, Thailand Selatan tempat ia belajar dan menyebarkan agama. Pendekar silat termashyur dan kepercayaan Kerajaan Asahan Melayu.
Tuan Syekh Silau Laut itu kakek dari Hajah Rohana, ibu Abdul Somad. Doa dan harapan orangtuanya, agar bayi lelaki itu kelak bisa melanjutkan nama besar kakek buyutnya. Menjadi ulama, pemersatu umat.
Impian yang didoakan terus menerus dengan hati yang tulus, akan sampai pada pemilik segala hak, dan mewujud kemudian. Ia dikenal sebagai Ustadz Abdul Somad.
***
Somad muda tamat MA Nurul Falah, Air Molek. Melanjutkan kuliah ke UIN Syarif Kasim, Pekanbaru. Setahun saja. Ia tak ingin memberatkan beban orangtua. Pengajuan beasiswanya ke Al Azhar Kairo, Mesir berhasil. Tahun 1998, ia ke Kairo, satu dari 100 orang yang lolos beasiswa tahun itu, dari ribuan pendaftar. Tiga tahun 10 bulan ia lulus, Lc (licence) ia raih dengan baik. Ia lanjutkan di Universitas Kebangsaan Malaysia, dua semester saja ia di sana.
Somad berburu beasiswa lagi. Ia mendaftar ke Institut Darul-Hadits Al-Hassaniyah Rabat, Maroko. Yang setiap tahunnya hanya memberikan 20 beasiswa, 15 dari Maroko, dan 5 dari negara lain. Somad salah satunya. Pada 2004, ia berangkat ke negeri jauh itu. "Mesir, Libya, Tunisia, Aljazair, baru Maroko, menyeberang ke Barcelona, Real Madrid" Ia menjelaskan keberadaan Maroko, disambut gelak tawa.
Di sela-sela kuliah, bila musim haji ia ke Madinah dan Mekah, bekerja membantu jamaah haji asal Indonesia untuk menambah bekalnya. "Suatu hari nampak orang kaya salah satu calon haji, manggil saya. 'Sini kamu, sudah berapa lama jadi TKI' dianggapnya awak ini TKI, "saya mahasiswa" , 'mahasiswa di mana' saya jawab Maroko. "Maroko mananya Merauke?" Ah, tak saya jawablah, tak tahu pula dia." Tawa berderai-derai.
Lulus dari Maroko, setahun 11 bulan. Gelar DESA (DiplĂ´me d’Etudes SupĂ©rieurs Approfondies) berhasil ia raih. Pulang kampung lagi dia. Niatnya terus menimba ilmu, terkendala pesan ibunya untuk pulang. Panjang lagi perjalanan hidupnya, menjadi dosen Dosen Bahasa Arab di Pusat Bahasa UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Dosen Tafsir dan Hadis di Kelas Internasional Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau, Dosen Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar Yayasan Masmur Pekanbaru.
Kecendekiaan ilmunya membawanya menjadi anggota MUI Provinsi Riau, Komisi Pengkajian dan Keorganisasian Periode 2009–2014, Anggota Badan Amil Zakat Provinsi Riau, Komisi Pengembangan, Periode 2009–2014, bahkan pernah menjadi Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama Provinsi Riau, Periode 2009–2014.
"Bapak merokok? tanya penguji kesehatan itu pada saya, saya jawab tidak. Orang itu tanya lagi kenapa bibir bapak hitam? saya jawab, karena kulit saya hitam, bibir hitam, kalau kulit saya hitam bibir saya putih, cem mana pula itu?"
Ustadz Abdul Somad, khotbah di mana-mana, berceramah di langgar atau surau kecil hingga masjid-masjid raya. Di depan pejabat daerah hingga petinggi negeri. Ceramahnya menjadi viral, ditonton jutaan orang. Logat Melayu Riau nya kental.
Pengagumnya makin banyak. Kepiawaiannya membawakan ceramah dengan sederhana namun tak menghilangkan makna, disukai banyak orang. Berduyun-duyun orang datang menanti kata-kata yang keluar dari mulutnya. Hadis dan Fikih dikupas olehnya, membumi. Tak pernah dalam ceramahnya ia mengajarkan permusuhan, ia tak pernah menyebut mazhab satu lebih baik dari lainnya, ia berkali-kali menyerukan persatuan umat.
Makin tinggi pohon, makin kencang angin menerpa. Disadari benar Abdul Somad. Berbagai halangan ia terima, penolakan kepadanya datang pula. "Apakah saya punya tampang teroris? Wajah saya semanis es krim," katanya.
Ditolak dan dihalang di satu tempat, di tempat lain ia ditinggikan. Ceramah di depan Wapres Jusuf Kalla, dihadapan jajaran Mahkamah Agung, Mabes TNI hingga MPR sudah ia lakukan. Apa yang diragukan lagi darinya? Apa yang ditakutkan dari lelaki ini? Apakah kemampuannya menjadi daya tarik berkumpulnya massa harus diwaspadai dan dicurigai? Dengarkan ceramahnya sampai tuntas agak tak berkesimpulan kusut masai.
***
Menuju Dusun Air Bomban, Batang Gangsal, Indragiri Hulu, Riau. Abdul Somad berkendara mobil lima jam, kemudian naik perahu kecil berjam-jam pula, desa di pedalaman hutan . Suku Talang Mamak, berdiam. Ia mengajarkan mengaji, ia turut membantu pendirian sekolah dan masjid di sana.
Ia dan anak-anak suku terasing yang tak terjamah itu mengibarkan bendera merah putih. Menyanyikan lagu Indonesia Raya. Di tengah hutan, sepi. Jauh masa, sebelum mereka meragukan ke-Indonesiaannya.
Kegiatan yang sudah lama sekali ia lakukan. Tak hanya dalam khotbah ia menyerukan saling bantu, toleransi, bergotong royong dalam kenyataan ia wujudkan pula. Meski harus berlelah-lelah pula mencapainya. Tak banyak sorot kamera. Jauh dari pusat kota dan sunyi dari pemberitaan. Setahun dua kali ia sempatkan menembus belantara itu.
***
Abdul Somad ingat benar yang disampaikan ulama idolanya KH Syukron Makmun. "Jangan harap pujian, jangan takut cacian".
"Aku tak pernah mencari engkau. Engkau tak pernah mencari aku. Allah yang mempertemukan kita," ia kerap mengatakan ini, bahwa pemilik segala ketentuan hanya Allah SWT semata.
Tuan Syekh Silau Laut akan bangga pada cucu buyutnya ini.

DONASI MASYARAKAT SILAU LAUT UNTUK KORBAN GEMPA DAN TSUNAMI DI SULAWESI TENGAH

DONASI MASYARAKAT SILAU LAUT UNTUK KORBAN GEMPA DAN TSUNAMI DI SULAWESI TENGAH

   Gempa yang berkekuatan 7,7 SR pada Hari Jum'at 28 September 2018 mengakibatkan Tsunami dan merusak sebagian besar rumah dan bangunan warga yang berada di kota Palu, Korban tercatat sampai saat ini sekitar 1200 orang yang dinyatakan meninggal dunia oleh BPBD. Kejadian ini tentu membuat luka masyarakat Indonesia kembali terjadi, mengingat gempa di Lombok masih sangat baru terjadi.

   Masyarakat Silau Laut pun turut andil ambil bagian dalam membantu meringankan beban korban gempa dan tsunami yang ada di Sulawesi Tengah. Masyarakat yang di prakarsai oleh pemuda pemudi Silau Laut ini turun kejalan, Kerumah rumah warga dan pertokoan serta Pasar untuk mengumpulkan donasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 03 Oktober 2018. inisiatif pemuda dan pemudi Silau Laut ini turun kejalan yakni keperdulian mereka terhadap penderitaan masyarakat Sulawesi Tengah yang tertimpa musibah.


     Dengan semangat ini pula pemuda dan pemudi Silau Laut bermaksud ingin menyadarkan masyarakat sekitar akan kepedulian sesama manusia, keperdulian sesama masyarakat Indonesia untuk korban musibah atau bencana alam.
    Kegiatan Ini berlanjut hingga malam hari, pada malam donasi ini pemuda Silau Laut menghadirkan sosok Endra Kong sebagai seniman lukis Indonesia yang berasal dari Silau Laut untuk mendonasikan hasil lukisannya kepada korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.


       Banyak masyarakat yang antusias dan mendonasikan uang serta pakaian layak pakai sebagai rasa keperdulian mereka terhadap korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.
Semoga tulisan ini memotifasi masyarakat Kabupaten Asahan dan Seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya untuk saling membantu dalam meringankan beban saudara setanah air yang terkena musibah bencana alam.

created by : Ahlun Nazar Alfaezi, S. Kom
 

Minggu, 16 September 2018

TIANG LISTRIK TUMBANG MENGAKIBATKAN SATU KORBAN TEWAS DI SILO BARU KECAMATAN SILAU LAUT

TIANG LISTRIK TUMBANG MENGAKIBATKAN SATU KORBAN TEWAS 
DI SILO BARU KECAMATAN SILAU LAUT KABUPATEN ASAHAN

Minggu, 16 September 2018 telah terjadi satu kecelakaan yang mengakibatkan satu korban tewas, penyebab kecelakaan nya yakni tiang listrik yang tumbang, Kondisi tiang listrik yang condong diakibatkan tanah yang digenangi air sehingga tanah menjadi gambur. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa. kronologi kejadian pada awalnya tiang listrik yang memang condong pada pukul 13:30 tiang listrik tumbang dan menghambat lalu lintas di jalan sekitar. pada pukul 13:45 dengan kondisi tiang yang sudah tumbang lewatlah korban yang sehabis pulang dari Sawah/Ladang.


   ketika lewat korban berselisihan dengan anak sekolah yang juga ingin melintas melewati jalan tersebut. kondisi jalan yang sempit mengakibatkan kedua orang ini berpapasan ketika hendak melintasi jalan. korban yang melintas telah diperingatkan oleh warga sekitar agar tidak melintas melewati jalan yang kondisinya tiang listrik  tumbang karena arus listrik masih aktif.


    Ketika melewati tiang listrik tersebut motor (Kereta) tersenggol kabel listrik yang terjatuh tersebut. dan korban tidak bisa menyelamatkan diri, sedangkan anak sekolah yang berpapasan dengan korban berhasil menyelamatkan diri. sampai saat ini korban belum diketahui identitasnya, menurut saksi mata Syahril (Korban yang selamat) ciri ciri korban : Umur sekitar 45 tahun, bertubuh kurus berkulit hitam dan rambut pendek. mebawa sepeda motor bernomor polisi BK 3764 OV .

Copyright : Ahlun Nazar Alfaezi, S. Kom. dan Rahmat Hidayat


Sabtu, 15 September 2018

WOOW PESERTA OBOR 1 MUHARRAM DI SILAU LAUT BUKAN HANYA MANUSIA


WOOW PESERTA OBOR 1 MUHARRAM DI SILAU LAUT BUKAN HANYA MANUSIA
            Pawai obor yang dilaksanakan oleh masyarakat di Silau Laut masih menyisakan kenangan yang begitu mahal oleh masyarakat sendiri maupun peserta yang mengikuti pawai tersebut, sebab momen ini jarang sekali ditemui di negeri yang disebut Serambi Mekahnya Kabupaten Asahan, Kegiatan ini disambut antusias masyaraat setempat maupun di luar daerah untuk memeriahkan datangnya Tahun baru Islam.

            Ada banyak kesan yang masih tersimpan dibenak masyarak tatkala mengingat hari itu, Ada satu kisah menarik dari pawai obor 1 Muharram 1440 H, yakni peserta pawai obor bukan hanya dari kalangan manusia saja tetapi peserta juga ada yg dari bangsa jin atau masyarakat setempat mengenal mereka dengan nama Bunian.
            Silau laut merupakan tempat yang di keramatkan oleh tokoh masyarakat sebab, di Silau Laut ini dahulunya merupakan kerajaan Jin yang bertahun tahun yang lalu berdiam di tempat ini, atas karomah Tuan Syekh H. Abdurrahman Silau yang merupakan kakek Ust. Abdul Somad inilah Negeri Silau Laut dapat dibuka dengan syarat perjanjian dengan bangsa Jin yang disebut dengan perjanjian Tujuh Segobuk. Perjanjian inilah yang hingga kini di jaga oleh pemangku adat sekaligus Dzurriyat Tuan Syekh Silau yakni H. Ibrahim Ali. Beliau menceritakan dahulunya negri Silau Laut ini merupakan daerah yang sangat Seram atau angker sebab disinilah dahulunya para jin mempunyai istana dan kerajaan. sehingga siapa saja yang ingin masuk ke Silau Laut ini dengan niat yang tidak baik maka orang tersebut tidak dapat masuk ataupun keluar dari daerah ini.
            Dari data yg di ambil ketika pawai obor senin malam tersebut tercatat peserta lebih kurang berjumlah seribu orang, Akan tetapi barisan pawai obor mencapai hampir satu kilometer dengan jarak setiap peserta dengan peserta lain berjarak 30 hingga 60 Centimeter. jika diperhatikan lebih lagi dengan jumlah peserta yang seperti itu tidak mungkin dapat mencapai panjang pawai hingga hampir satu kilometer.

            Menurut tetua adat setempat banyaknya peserta obor ini juga merupakan antusias dari bangsa jin (Bunian) yang juga ingin menyemarakkan penyambutan tahun baru Islam. Dengan latar belakang daerah Silau Laut ini bukan tidak mungkin peserta pawai obor merupakan sebagian dari bangsa jin yang ikut menyemarakkan.

created post by: Ahlun Nazar Alfaezi, S. Kom

JALAN AKSES UTAMA DESA SILO LAMA DAN SILO BONTO TAK KUNJUNG MENDAPATKAN PERBAIKAN PEMERINTAH HARUSKAH KITA DIAM??


JALAN AKSES UTAMA DESA SILO LAMA DAN SILO BONTO TAK KUNJUNG MENDAPATKAN PERBAIKAN PEMERINTAH HARUSKAH KITA DIAM??

            Akses utama yang menghubungkan antara desa Silo Lama dengan desa Silo Bonto ini tak kunjung mendapatkan perbaikan aspal maupun cor beton, sebab sejak tahun 2012 hingga sekarang akses keberbagai daerah disekitar telah mendapatkan perbaikan aspal. kondisi ini bertambah semakin buruk ketika musim penghujan datang, jalanan yang digenangi air tidak bisa dilewati oleh masyarakat yang ingin melintas dan selokan air tertumpat mengakibatkan genangan air tertumpu di badan jalan. masyarakat sekitar meminta kepada pemerintah setempat untuk dapat memperhatikan kondisi jalan mereka yang semakin parah ini dan kiranya kepedulian masyarakat sekitar juga sadar akan fungsi drainase (Reol) yang sudah dibangun sebagai pengalir air, agar air dibadan jalan tidak tergenang, Kondisi reol yang tertumpat dan tidak dirawat oleh masyarakat berdampak besar bagi kondisi badan jalan yang kondisinya sudah rusak dan berakibat semakin rusak parah.
   

 " Ketika musim penghujan datang masyarakat tidak bisa melintas karena kondisi badan jalan yang berlobang dan tergenang air yang cukup dalam tidak bisa dilalui Kendaraan sehingga membuat masyarakat beralih kejalur alternatif yang jarak tempuhnya dua kali lipat dari jalan akses utama." ujar Gunawan T. salah seorang masyarakat, Kami memohon kepada pemerintah Desa maupun Kabupaten agar memperhatikan kondisi jalan ini, sebab jalan ini adalah akses utama penggerak ekonomi di sekitar, apalagi disini ada pekan Rabu (pajak) yang merupakan centralnya pusat perekonomian di kedua Desa Tambahnya.


            Melihat pembangunan infrastruktur diberbagai daerah yang sedang berkembang pesat seharusnya akses antara kedua desa ini dapat dilirik pemerintah Daerah setempat sehingga perbaikan dapat dilaksanakan sebab kalau dibiarkan terlalu lama kondisi badan jalan akan semakin rusak parah dan akses ekonomi pun jadi terhalang yang berakibat penurunan tingkat perekonomian diantara kedua Desa.

Created By : Ahlun Nazar Alfaezi, S. Kom

           

Selasa, 11 September 2018

WOW PAWAI OBOR DI SILAU LAUT MENJADI TRENDING TOPIK DI SUMUT

WOW PAWAI OBOR DI SILAU LAUT MENJADI TRENDING TOPIK DI SUMUT

  Silau Laut merupakan satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, di Silau laut ini pula lahir sosok tokoh yang sedang digandrungi banyak kalangan yakni Ustadz Abdul Somad, Lc., MA. Ulama besar asal Silo Lama, Kecamatan Silau Laut ini pun sering mengunjungi kampung halamannya sembari berziarah ke maqam kakeknya yakni Tuan Syekh H. Abdurrahman Silau yang lebih dikenal dengan nama Syekh Silau. 

   









 Bukan hanya sosok ust. Abdul Somad, di Silau Laut juga lahir sosok seniman lukis modern yang telah banyak berkarya baik di nasional maupun internasional yakni Endra Kong. Beliau salah satu tokoh yang menjadi pelopor bergeraknya pemuda dan pemudi di Silau Laut untuk melaksanakan pawai obor memperingati Tahun Baru Islam yang ke 1440 H.

   Kegiatan ini merupakan kegiatan yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya, akan tetapi pawai obor yang di prakarsai oleh Sunardi, SE, Ahlun Nazar Alfaezi S. Kom., dan Rahmad Hidayat dan didukung oleh Tokoh Pemuda lainnya, masyarakat dan tokoh adat Silau laut menjadi salah satu trending topik di Sumatera Utara.
  Pasalnya acara ini diikuti oleh 1000 orang peserta yang antusias mulai dari kalangan masyarakat, pelajar, hingga anak anak nampak antusias dalam menyelenggarakan pawai obor menyambut Tahun Baru Islam ini. Hingga saat ini ada lebih kurang 5360 postingan yang menyertakan hastag KAMISILAULAUT. yang sampai saat ini masih menjadi salah satu trending topik di sumut. 

Minggu, 09 September 2018

Gebyar 1 Muharram 1440 H Kecamatan Silau Laut

GEBYAR 1 MUHARRAM 1440 H 

Kami Seluruh Panitia Gebyar 1 Muharram 1440 H Kecamatan Silau Laut, kami ucapkan beribu terima kasih kepada semua pihak yang telah dengan ikhlas berkenan mensedekahkan cucuran keringat juga mengerahkan curahan pikiran demi terselenggaranya acara yang berlimpah kebahagiaan ini. Terlebih kepada para dermawan, kepada Bapak Camat Silau Laut, Bapak Kepala Desa Se-Kecamatan Silau Laut, Bapak Ka. KUA Kecamatan Silau Laut, Ka Puskesmas, Tokoh Masyarakat, Lembaga Budaya Tuah Deli, Organisasi Pemuda, Karang Taruna Silau Laut, DPK-BKPRMI Silau Laut, GM PEKAT IB Silau Laut, Woii Es Tebu dan Seluruh Generasi Muda Kecamatan Silau Laut dan seluruhnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu.






PERINGATAN 1 MUHARRAM OLEH PEMUDA SILAU LAUT #KAMISILAULAUT

PERSIAPAN PERINGATAN 1 MUHARRAM

Malam Puncak Gebyar 1 Muharram 1440 H Kecamatan Silau Laut hanya tinggal Hitungan Jam.
Para Penanggung Jawab Sudah mempersiapkan semaksimal mungkin.
10 Sept 2018 Ba'da Isya Kita akan Laksanakan Pawai Obor Dan Rangkaian Acara Lain nya di tutup dengan Tausjah Agama dan Pembagian Hadiah.
Semoga semua dalam Lindungan Allah Swt dan Tak Terjadi suatu halangan apapun. Amin
#KAMISILAULAUT









Biografi Pondok Pesantren Sirajul Musthafa Silau Laut

Biografi Pondok Pesantren Sirajul Musthafa Silau Laut Pondok pesantren sirajul musthafa silau laut terletak di Desa Silo lama Kecamatan ...